Pusat Kroto

Pusat Penjualan Kroto, Bibit Kroto, dan Waralaba Bisnis Kroto

Menu

Cara Ternak Kroto Sistem Besek

July 30, 2016 | Media Ternak

Cara Ternak Kroto memang memiliki banyak media sarang yang sangat berfariasi. Tapi pada kesempatan ini, kami akan membahas  Keunggulan Cara Ternak Kroto Sistem Besek.

Kenapa kami memberikan Cara Ternak Kroto dengan sistem besek?. Yahh.. karena yang berbahan alami itu lebih baik dari yang berbahan kimia. Karena semut rangrang pada dasarnya adalah hewan liar yang memiliki sifat alami.

Cara Ternak Kroto

Keunggulan Cara Ternak Kroto Sistem Besek

  1. Sistem Besek Cara Ternak Kroto Mebuat Suhu Sarang Stabil

Keuntungan melakukan cara ternak kroto dengan sistem besek ini yaitu bahan dasar besek terbuat dari 100% bambu yang alami. Bambu di percaya dalam budidaya kroto dapat menyerap panas serta meredam suhu yang terlalu panas.

Tak hanya itu, kita tak perlu membuatkan sirkulasi udara untuk semut rangrang. Karena besek memiliki lubang-lubang yang juga berfungsi sebagai sirkulasi udara saat budidaya kroto. Dalam Cara Ternak Kroto ini, sistem besek memang terbilang sangat efektif. Dan sangat cocok untuk wilayah yang memiliki suhu fluktuatif.

  1. Kegelapan Sarang Stabil

Tentu soal gelap tidak bisa di elak lagi dalam budidaya kroto. Karena besek terbuat dari bahan bambu dan sangat efektif. Kenapa saya bilang efektif, karena pada dasarnya, semut rangrang memang sangat suka pada sarang yang sedikit cahaya atau gelap.

Kenapa semut rangrang suka pada media yang gelap ?. Karena jika media gelap, semut rangrang akan nyaman dan merasa berada di daun. Di bandingkan media yang transparan, seperti botol minum atau toples. Dalam sistem besek ini, semut rangrang lebih cepat membangun sarang. Karena semut rangrang merasakan hal yang sama pada saat di daun pada media sarang besek ini.

  1. Bahan alami Besek, Menghidari Tumbuhnya Jamur

Wadah besek memang relatif lebih aman saat di gunakan dalam budidaya semut rangrang. Bagaimana tidak, sarang semut rangrang terbuat dari bahan alami yaitu bambu tampa sedikitpun tercampur oleh bahan kimia.

Proses yang tanpa pabrik dan berbahan alami inilah yang membuat besek tidak mudah berjamur. Berbeda dengan media toples, yang sangat rawan akan timbulnya jamur.

  1. Sistem Besek Tidak Menimbulkan Uap

Besek terbuat dari bahan alami yaitu bambu. Dalam budidaya kroto, bahan bambu di percaya dapat air secara maksimal sehingga uap air bisa di netralisir. Sangat berbeda dengan media toples yang sering kali terdapat embun atau uap air.

  1. Lebih Cepatnya Proses Migrasi Pada Koloni Kroto

Dalam sistem besek, proses perpindahan atau migrasi terjadi sangat cepat. Hanya perlu waktu 2 bulan dalam sistem besek untuk penuh dan siap di panen.

Simulasi Cara Ternak Kroto Sistem Besek

Berikut kami akan jelaskan tentang simulasi cara ternak kroto sistem besek. Kami bagi menjadi 7 bagian. Berikut penjelasan secara rincinya:

  1. Adapatasi Semut Rangrang

Proses adaptasi untuk semut rangrang tentu di alami oleh semua para pembudidaya. Caranya adalah, meletakkan bibit semut rangrang di rak bagian bawah. Lalu meletakan besek kosong di rak berikutnya (atasnya). Proses ini akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan.

Catatan: Semut rangrang dalam proses budidaya akan stabil setelah menganjak umur 2 bulan. Ciri semut rangrang yang telah memiliki kestabilan yaitu dengan semur rangrang bermigrasi pada sarang baru.

  1. Perawatan Semut Rangrang

Walaupun belum beradaptasi, perawatan tentu wajib di lakukan saat pembudidayaan. Perawatan ini meliputi, membersihkan dan mengawasi kebersihan rak. Yaitu dengan menjaga kondisi kaki rak selalu tercelup dengan air/oil .

Catatan: Usahakan air dalam wadah tidak kering. Jika air dalam wadah sampai kering atau menyusut makan akan beresiko membuat semut turun dari rak dan akan menyebar ke lantai bahkan akan kabur dari lokasi atau rak.

  1. Pemberian Pakan dan Minum

Semua makhluk hidup tentu dan pasti perlu makan. Dalam pemberian makan ini tidak ada tips khusus. Takaran cukup anda yang tahu bagaimana pasnya serta di susaikan saja. Tapi jika anda ingi berpergian dalam waktu harian, anda juga bisa langsung memberikan pakan dalam porsi lebih.

Contohnya, jika dalam satu hari anda memberikan pakan dengan jumlah 25gr. Terus anda akan pergi selama 2 hari. Anda cukup memberikan pakan 25gr x 2 Hari = 50gr. Dengan begitu anda bisa pergi selama 2 hari tanpa memberikan makan semut rangrang.

Catatan: Jika anda menggukan sistem besek, usahakan menyediakan wadah khusus untuk tempat makan semut  rangrang. Dan usahakan tepat pakan berada pada tengah-tengah koloni serta berdekatan dengan tempat minum.

  1. Cara Pemberian Pakan

Dalam pemberian pakan untuk semut rangrang ini sedikit memerlukan proses. Supaya pakan tidak mengganggu dan sia-sia, pemberian pakan harus melewati berbagai tahap. Pemberian pakan pada semut rangrang ini bisa berupa ulat hongkong, ulat daun, jangkrik, belalang dan cacing.

Catatan: Untuk pakan belalang, usahakan mematahkan kakinya agar belalang tidak bisa kabur. Untuk cacing, potonglah menjadi beberapa bagian. Sedangkan untuk ulat hongkong dan ulat daun tidak ada perlakuan khusus. Bisa langsung di berikan kepada semut rangrang.

  1. Perawatan Wadah Pakan dan Minum

Kebersihan dalan budidaya kroto ini hal yang bersifat wajib. Ketika wadah sudah tampak tidak bersih sebaiknya di bersihkan. Anda bisa melakukan seminggu satu kali.

Catatan: Agar proses pembersihan sempurna, anda memerlukan dua wadah pakan. Jika wadah satu sudah kotor, ganti wadah yang kedua lalu ambil wadah yang kosong tadi. Karena secara otomatis, semut akan berpidah di wadah yang baru.

  1. Menjaga Kesetabilan Suhu Dan Kelembapan

Menurut karakteristik semut rangrang, mereka sangat suka dengan tempat yang nyaman. Jika keadaan tidak nyaman, makan semut akan secara otomatis akan mencari tempat yang lebih nyaman. Jadi pastikan keadan di ruangan memiliki kenyamanan dan kestabilan suhu yang baik.

Catatan: Pastikan ruangan gelap (minim pencahayaan), pakan dan air gula selalu tersedia. Hidari aktivitas berlebih di ruangan budidaya.  Mengatur sirkulasi udara ruangan juga sangat penting dalam menjaga kesetabilan suhu dan kelembapan ruangan.

  1. Teknik Rotasi Pemindahan Koloni

Pemindahan koloni semut memang perlu di lakukan dalam proses pembudidayaan. Proses pemindahan ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah koloni semut dan memberikan tempat untuk telur-telur semut.

Catatan: Proses pemindahan dilakukan dengan cara meletakan 20-30 bibit kroto di rak paling bawah. Lalu meletakan besek kosong dengan jumlah 10 buah di atas rak. Jika semut sudah memiliki kehidupan yang stabil, makan secara otomatis akan bermigrasi ke 10 besek kosong tadi.

Inilah Keunggulan Cara Ternak Kroto Sistem Besek. Semoga dapat menjadi motifasi dan informasi bagi semua yang ingin budidaya kroto. Kami harap artikel ini bermanfaat baik dalam menyelesaikan masalah dalam budidaya kroto.

Baca Juga: Makanan Semut Rangrang Peningkat Kualitas Kroto

Related For Cara Ternak Kroto Sistem Besek